Eksistensi Tarian Kabasaran di Warembungan -->

Iklan Semua Halaman

Adbox

Subscribe Us

Eksistensi Tarian Kabasaran di Warembungan

Admin
Sunday, February 2, 2014
Minahasa:Suku Minahasa terbagi atas beberapa Subetnik yang memiliki latar belakang tradisi dan budaya dengan kekhasanya masing masing.
banyak budaya peninggalan para leluhur mereka telah di lestarikan hingga saat ini sehingga dapat di wariskan sampai beberapa generasi salah satunya adalah tradisi Tarian Perang Kabasaran.
Asal usul Tarian perang yang sebagianya masih misteri ini sebenarnya adalah bagian dari Tradisi para Waraney (Ksatria),yang pada zaman dahulu fungsinya adalah sebagai prajurit perang sekaligus pelindung wanua(kampung) dalam menjalankan profesinya.
Tugasnya adalah untuk menghadang lawan jika muncul serangan mendadak yang mengancam wanua atau daerah mereka.
Namun seiring berjalanya waktu fungsi tersebut saat ini sedikit mengalami perubahan dari awalnya,semula adalah sosok prajurit medan laga kini beralih sebagai bagian dari Tradisi Ritual, mereka sering mendampingi para Tonaas(pemimpin spiritual)dalam melaksanakan berbagai upacara adat atau ritual lainnya.
sebagaimana kita ketahui suku Tombulu adalah salah satu Subetnik Minahasa yang mendominasi kota Tomohon dan sebagian kota Manado, merupakan suku yang masih mempertahankan Tradisi itu.
hal ini bisa di lihat dari ada beberapa kelompok grup kabasaran di sana,salah satu di antaranya adalah kabasaran Wanua Warembungan yang di bina langsung oleh Tonaas Rinto Taroreh yang masih eksis sampai saat ini.

Ketika di temui media ini  Tonaas muda ini sedikit menjelaskan tentang asal usul terbentuknya wanua warembungan ,”sebetulnya asal mula tarian kabasaran tidak lepas dari sejarah berdirinya wanua warembungan itu sendiri” kata pria branak dua ini.
pada sekitar tahun 1830,ada empat Dotu yang tercatat erat kaitanya dengan(Timontani) pendirian wanua itu adalah:Tinus(Mepopuis),Rori,Mantororing dan Tamandatu yang merupakan para waraney Tombulu kakaskasen.
bersama sama dengan para pengikutnya mereka berjuang melawan suku Bantik penghuni pesisir kota Manado,demi mendapatkan area pemukiman yang layak di pinggiran kota Manado sekarang,tepatnya berlokasi di sekitaran kecamatan Pineleng.
Sosok Tinus yang konon merupakan pimpinanan yang di kenal sakti di masa itu,bersama kelompoknya berhasil mengusir serta menumbangkan suku Bantik pada waktu itu.
sebetulnya kabasaran yang masih eksis di sana sekarang adalah warisan dari beberapa generasi terdahulu ,mendiang Laurens Tuerah selaku sarian atau pemimpin kabasaran yang masih memiliki garis keturunan langsung dari Dotu Tinus bersama kelompoknya bisa di katakan sebagai perintis Tarian perang yang mendapatkan Inspirasi dari cara Ayam Jantan beradu di Wanua tersebut ,tegas nya seraya menunjukan Foto mendiang sarian Laurens Tuerah.(GL)