INGIN TAU TUJUAN PENDERITAAN TERJADI DALAM HIDUP MU - makatana.com

Subscribe Us

test banner

Breaking

Home Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Minggu, 08 Maret 2020

INGIN TAU TUJUAN PENDERITAAN TERJADI DALAM HIDUP MU










Titus 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan


supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.





Setiap manusia pasti di perhadapkan pada penderitaan, baik dia pejabat, orang kecil, orang kaya, orang


miskin, orang hidup dalam Tuhan maupun orang hidup di luar Tuhan. Pasti akan ada pertanyaan-


pertanyaan mengenai penderitaan itu. Tapi yang paling sulit adalah pertanyaan-pertanyaan orang yang


hidup dalam Tuhan ketika pergumulan itu menerpanya dan seringkali pertanyaan-pertanyaan akan


seperti ini :


a. Kenapa harus terjadi pada ku


b. Bukankah aku melayani Mu Tuhan


c. Bukankah aku anak Tuhan


d. Bukankah aku selalu ada di gereja


e. Bukankah aku selalu memberikan perpuluhan


f. Bukankah aku tidak pernah ke diskotik, tidak minum alcohol


Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang sering muncul ketika orang yang selalu ada di gereja, selalu ikut


Tuhan, selalu melayani Tuhan mengalami penderitaan. Mereka berpikir ikut Tuhan semua lancer, berdoa


lancar di jawab Tuhan. Mereka tidak paham bahwa penderitaan itu tidak mengenal siapa saja, baik anak


dunia maupun anak Tuhan jika di ijinkan Tuhan pasti terjadi. Pasti kita bingun kenapa Tuhan ijinkan kan


aku anak Tuhan. Jawaban pertanyaan ini nanti kita akan temukan dalam tulisan ini. Respon anak Tuhan


atas penderitaan ada yang mulai bimbang, cemas, dan ada yang mulai putus asa. Hal ini terjadi karena


mereka tidak mengetahui tujuan Tuhan di ijinkan penderitaan itu terjadi. Mereka hanya berpikir bahwa


berkat hanya berbicara yang menyenangkan hati tapi yang tidak menyenangakan hati itu bukan berkat.


Penderitaan itu bagian dari berkat, sebab penderitaan adalah benih dari berkat yang akan di tuai nanti.


Apapun persoalan yang dihadapi, Tuhan ingin kita paham bahwa bukan berarti apa yang digumuli Dia


Tuhan tidak mengetahui, atau Dia sedang meninggalkan mu. Tidak tahukah kamu bahwa yang engkau


gumuli apakah masalah sakit penyakitmu yang tak kunjung sembuh, masalah rumah tangga, masalah


ekonomi, masalah anak-anak, masalah pelayanan, masalah bisnis, masalah dengan rekan. Rasa sakit


yang timbul akan persoalan-persoalan ini Tuhan yang adalah Bapa kita di Sorga selain Dia mengetahui


tapi Dia ikut merasakan apa yang kita alami. Kita rasakan sakit Dia juga merasa sakit, sebab Dia adalah


Bapa kita. Yang mengadopsi kita sebagai anak bukan maunya kita manusia tapi inisiatif atau keinginan


Tuhan. Kasih sayang Tuhan yang luar biasa buat manusia sehingga Dia mau kita menyebutnya Dia


dengan sebutan Bapa Kami Di Sorga (Matius 6:9).


Ingat Dia adalah Allah yang Mahatahu, bahkan sampai rambut di kepala kita pun Dia tau jumlah helaian


rambut kita. Apalagi hanya masalah kita. Tapi pertanyaannya; kenapa Tuhan tidak menolong. Di hati


Tuhan maunya hari ini pun Dia angkat sakit penyakit atau pergumulain pergumulan lain. Tapi Dia belum


bisa melakukan itu karena ada kemuliaan-kemuliaan dan kemahakuasaan Tuhan yang ingin kita nikmati.





Dalam perenungan ini kita akan paham apa maksud Tuhan degan di ijinkannya pergumulan-pergumulan


dalam hidup, terutama mereka yang berkata aku adalah hamba Mu, aku melayani Mu bahkan sudah


bertahun tahun, aku selalu ada di gereja, aku selalu memberikan perpuluhan, aku selalu melakukan apa


kata firman Tuhan. Tapi kenapa pergumulan ini tidak berhenti dalam hidup atau kenapa pergumulan ini


datang padaku. Mari kita lihat dibawah ini jawabannya.





1. MEMBANGUN HUBUNGAN KEINTIMAN


Dia merindukan hubungan keintiman kita sebagai anak dan Bapa. Mungkin engkau boleh


berkata aku adalah hamba Mu, aku melayani Mu bahkan sudah bertahun tahun, aku selalu ada


di gereja, aku selalu memberikan perpuluhan, aku bukan orang jahat. Tapi berbicara hubungan


keintiman Dia tidak menemukan hubungan keintiman antara Bapa dan anak. Mungkin saja yang


ditemukan adalah hubungan kebiasaan. Oh saya hamba Tuhan, oh saya pelayan Tuhan, oh saya


awal bulan akan beri perpuluhan, oh saya harus berbuat baik supaya mereka bersikap baik pada


ku. Semua itu saya lakukan karena sudah kebiasaan kita sebagai anak Tuhan. Akhirnya hubungan


itu terbangun atas dasar kebiasaan. Kalau berbicara kebiasaan hanya itu dan hanya ditempat-


tempat atau waktu-waktu tertentu dan tidak intens. Kalau hubungan keintiman tidak mengenal


tempat ataupun waktu tetap saja bangun hubungan dengan Bapa kami di Sorga. Dan hubungan


keintiman yang diingini adalah ; Intens yang di penuhi dengan kasih mesra. Orang yang sudah


merasa pacaran pasti akan mengerti dengan perasaan kasih mesra. Perasaan kasih mesra itu


berbicara perasaan rindu. Kalau pacaran pasti teringat terus pacarnya, dan maunya segera ingin


berjumpa, penuh kasih sayang. Nah inilah hubungan keintiman yang Tuhan inginkan dalam


hidup. Dan hanya mereka yang ada dalam hubungan keintiman akan bertahan dalam


penderitaan, dan akan keluar sebagai pemenang, sebab dia mengerti kehendak Tuhan. Dan juga


hanya mereka yang ada dalam hubungan keintiman akan berada dengan Tuhan terutama jika


hari Tuhan tiba.


2. PROSES PENDIDIKAN


Tuhan mau lewat proses hidup harus banyak belajar introspeksi prilaku dan renungkan apa


yang pernah di perbuat, ketika menemukan yang keliru hendaklah segera di perbaiki di


pandangan Tuhan. Sebab yang mengetahui seluk beluk hidup bukan siapa-siapa hanya Tuhan


yang mengetahuinya, diri sendiri pun sering kali lupa yang sudah pernah di perbuat. Orang yang


selalu ada di gereja, melayani Dia, banyak berbuat baik belum tentu tidak ada kekeliruan yang


dibuatnya. Ingat kita hanya manusia yang namanya kesalahan seringkali terjadi dalam hidup.


Tujuan Tuhan dengan proses hidup agar kekeliruan-kekeliruan yang pernah dibuat di perbaiki.


Oleh karena itu penderitaan adalah SEKOLAH KEHIDUPAN.


3. MENGUJI


Kadar emas akan kelihatan jika lebih di uji lagi dalam dapur peleburan emas. Makin di bakar


makin nampak kadar mulia dalam emas. Demikian dalam hidup manusia tapi media yang


gunakan Tuhan adalah penderitaan (1 Petrus 1:6) . Coba lihat sebuah paku semakin lurus


semakin di tekan dan martil makin lebih kuat lebih banyak menekan paku itu, agar paku ini


dapat masuk menancap ke dalam kayu sehingga paku itu bermanfaat. Tapi paku yang bengkok


saat di martil akan di cabut dan tidak dipakai bahkan di buang karena tidak bermanfaat.





Kerajaan sorga membutuhkan bukan orang yang sekedar bisa tapi dia juga bermanfaat dan


berdampak. Sekarang banyak orang Kristen bisa ke gereja, bisa melayani Tuhan tapi Tuhan


butuh bukan sekedar bisa tapi bermanfaat. Kalau hanya sekedar bisa itu hanya akan menjadi


kebiasaan. Nah unsur unsur kebiasaan inilah sering kali Tuhan harus pakai penderitaan untuk


meleburkan kebiasaan itu dalam karakter hidup, sehingga kita dapat memiliki iman yang


sempurna di pandangan Tuhan.





Apapun yang di alami jangan membuat hilang semangat dalam Tuhan, jadikan apa yang di alami justru


sebagai penyemangat dalam Tuhan. Karena Tuhan ingin sekali kita memberikan hidup ini pada


kemuliaan Tuhan di tengah-tengah keterpurukan kita, di tengah-tengah kita sakit, ditengah-tenah kita


bergumul. Sebab dari situlah ibadah kita memiliki ketulusan. Tuhan tidak menjanjikan lagit selalu biru,


jalan selalu rata, awan selalu cerah tapi yang Ia janjikan adalah penyertaan Tuhan. Tetap semangat


dalam Tuhan dan Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here