Tips Terhindar dari Virus Corona - makatana.com

Subscribe Us

test banner

Breaking

Home Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Jumat, 06 Maret 2020

Tips Terhindar dari Virus Corona









Penyebaran virus
Corona semakin meresahkan banyak orang bahkan masyarakat pun disarankan untuk
tidak menggunakan sembarang jenis Masker.


Virus corona adalah
sejenis virus yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus dan tenggorokan.
Umumnya virus corona gejalanya seperti saat mengalami pilek bahkan
penyebarannya sangat mudah terjadi. Virus ini dapat menular melalui udara,
termasuk saat orang lain mengalami batuk dan bersin. 


Menurut para ahli dan
Departemen Kesehatan (Depkes) di Singapura, penggunaan masker untuk mencegah
penyebaran virus corona memang tidak bisa sembarangan. Masker bedah atau 
surgical mask menjadi jenis masker yang paling tepat dalam
mencegah penularan virus corona untuk saat ini. 


Sebuah laporan dari
The Straits Times juga mengatakan bahwa maskter bedah dapat digunakan untuk
menghalangi tetesan partikel berukuran besar serta percikan yang berasal dari
mulut dan hidung pemakainya. Bahkan penggunaannya yang rutin demi mencegah
terjangkitnya virus corona dapat mengurangi paparan air liur yang bisa saja
ditularkan dari orang lain. 


Berikut informasi mengenai
virus corona sekaligus memproteksi diri agar tetap sehat:


1. Masyarakat dihimbau untuk melakukan upaya
proteksi diri 


Dengan maraknya pneumonia wuhan dari Cina pada akhir tahun lalu,
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini sudah mulai menegaskan bahwa memang belum
tersedia vaksin untuk mencegah virus corona jenis baru atau novel coronavirus
(nCoV).


Meskipun
begitu, masyarakat diminta untuk melakukan berbagai upaya dalam memproteksi
diri agar mencegah penularan virus tersebut. 


Perhimpunan
Dokter Paru Indonesia (PDPI) pun turut menyarankan bahwa ada beberapa cara yang
dapat dilakukan masyarakat dalam menyikapi wabah pnuemonia apalagi sudah
menginfeksi puluhan orang di pusat Kota Wuhan, Cina. 


Masyarakat
disarankan untuk tetap menjaga kebersihan diri sendiri termasuk tangan,
terutama sebelum memegang area mulut, hidung dan mata.


Usai
beraktivitas dan memegang berbagai benda di sekitar, maka ada baiknya untuk
mencuci tangan secara bersih dengan sabun dan air mengalir. 


Semoga
Mama sekeluarga bisa terhindar dari segala penyakit dan terus sehat.







2. Bagaimana mengatasi anak-anak yang terkena pneumonia? 



Kondisi pneumonia
dapat terjadi karena adanya peradangan pada jaringan di salah satu atau kedua
paru-paru. Hal ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri, virus bahkan
benda-benda kimia yang terhirup ke saluran pernapasan. 


Bila si Kecil yang
masih balita memperlihatkan gejala pneumonia mulai dari batuk, demam, tidak
nafsu makan hingga menggigil sebaiknya perlu segera berkonsultasi dengan dokter
agar tidak semakin parah. 


Jika tidak ditangani
dengan baik, maka pneumonia dapat membuat anak-anak mulai kesulitan untuk
bernapas bahkan asupan oksigen pun semakin berkurang. 


Selain itu, ada
beberapa makanan yang perlu dikonsumsi oleh anak-anak yang terkena atau baru
saja memperlihatkan gejala pneumonia seperti: 


  • Buah yang kaya akan vitamin C
    dan antioksidan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu
    dalam memerangi infeksi. 

  • Gandum utuh yang kaya akan
    vitam B, zink dan serat sangat penting untuk dikonsumsi karena mampu
    menjaga sistem pencernaan menjadi lebih lancar. Bahkan anak-anak yang
    sudah memperlihatkan gejala pneumonia menjadi lebih berenergi. 

  • Makanan berprotein bisa
    meningkatkan energi serta membantu dalam memulihkan tubuhnya. 

  • Makanan probiotik seperti
    yoghurt, kefir hingga tempe dapat menghambat pertumbuhan patogen yang
    menjadi penyebab pneumonia. 

  • Sayuran organik yang kaya akan
    vitamin dan mineral penting dalam memulihkan penyakit, sehingga mampu
    mencegah lebih banyak infeksi yang mungkin dapat menyerang tubuhnya. 



Dilansir dari Baby Center, pneumonia
sendiri dibagi menjadi 2 penyebab yakni bakteri dan virus. Bayi biasanya
terkena pneumonia dari respiratory syncytial virus (RSV).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here