Koruptor Dihukum Penjara Seumur Hidup - makatana.com

Subscribe Us

test banner

Breaking

Home Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Selasa, 04 Agustus 2020

Koruptor Dihukum Penjara Seumur Hidup







JAKARTA, FV - Mahkamah Agung (MA).mengeluarkan aturan baru yakni koruptor dihukum penjara seumur hidup.



Kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Aturan tersebut ditetapkan pada 8 Juli 2020 oleh Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin dan diundangkan pada 24 Juli 2020. Pemberlakuan aturan ini dimulai saat aturan ini diundangkan.



Perma baru ini diberlakukan kepada terdakwa korupsi yang dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor. Terdakwa yang dikenakan hukuman dalam Perma ini telah melakukan tindak merugikan negara.



Tindak merugikan negara dalam Perma ini dikategorikan dalam lima kelompok, yakni:



Kategori paling berat, yakni merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dengan tindak pidana korupsi lebih dari Rp 100 miliar;



Untuk kategori berat, yakni merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dengan tindak pidana korupsi kisaran Rp 25 miliar-Rp 100 miliar;



Bagi kategori sedang, yakni merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dengan tindak pidana korupsi kisaran Rp 1 miliar-Rp 25 miliar;



Dan kategori ringan, yakni merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dengan tindak pidana korupsi rentang Rp 200 juta-Rp 1 miliar;



Serta kategori paling ringan, yakni merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dengan tindak pidana korupsi sampai dengan Rp 200 juta.



Selain nilai kerugian negara yang dijadikan pertimbangan, Perma ini juga menyebutkan pertimbangan lainnya dalam memberikan hukuman adalah tingkat kesalah, dampak dan keuntungan. Bagian ini dibagi dalam tiga kelompok, yakni:



Tingkat kesalahan tinggi, dampak tinggi dan keuntungan tinggi. Dimaksudkan kepada terdakwa yang memiliki peran signifikan dalam kasus tersebut, kemudian perbuatannya berdampak secara nasional dan mendapatkan keuntungan lebih dari 50% dari kegiatan tersebut.



Untuk tingkat kesalahan sedang, dampak sedang dan keuntungan sedang. Maksudnya adalah terdakwa memiliki peran signifikan dalam upaya tersebut dan mengakibatkan kerugian dalam skala provinsi dan terdakwa mendapatkan keuntungan 10%-50% dari kegiatannya ini.



Bagi tingkat kesalahan rendah, dampak rendah dan keuntungan rendah. Ini diperuntukkan bagi terdakwa yang memiliki peran tidak signifikan dan hanya bersifat membantu upaya tersebut. Dengan perimbangan perbuatannya ini berdampak kerugian dalam skala wilayah kecil dan hanya mendapatkan keuntungan kurang dari 10% dari upaya ini.



Dari beberapa pertimbangan tersebut, hakim dapat menjatuhkan pidana sebagai berikut:



Kategori Paling Berat



Dengan hukuman Penjara 16-20 tahun atau seumur hidup dan denda Rp 800 juta-Rp 1 miliar



Untuk hukuman penjara 13-16 tahun dan denda Rp 650 juta juta-Rp 800 juta



Bagi hukuman penjara 10-13 tahun dan denda Rp 500 juta-Rp 650 juta



Kategori Berat

Penjara 8-10 tahun dan denda Rp 400 juta-Rp 500 juta



Kategori Sedang

Penjara 6-8 tahun dan denda Rp 300 juta-Rp 400 juta



Kategori Ringan

Penjara 4-6 tahun dan denda Rp 200 juta-Rp 300 juta



Kategori Paling Ringan

Penjara 3-4 tahun dan denda Rp 150 juta-Rp 200 juta



Penjara 2-3 tahun dan denda Rp 100 juta-Rp 150 juta



Penjara 1-2 tahun dan denda Rp 50 juta-Rp 100 juta. (JP/FV)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here