JEPANG BUTUHKAN 60.000 PERAWAT LANSIA - makatana.com

Subscribe Us

test banner

Breaking

Home Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Selasa, 16 Februari 2021

JEPANG BUTUHKAN 60.000 PERAWAT LANSIA





Manado - Negara Matahari Terbit Jepang membutuhkan 60.000 tenaga perawat lansia (careworker) pada tahun ini dan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado menargetkan 1.000 penempatan pekerja migran dari Sulawesi Utara dan Gorontalo.

 “Peluang ini harus ditanggapi para pencari kerja baik pria maupun wanita, terutama saat pandemi ini”, ungkap Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra T Makalalag, SIP yang wilayah kerjanya mencakup 2 provinsi yakni Sulawesi Utara dan Gorontalo, kepada faktaviral.com, bertempat di ruang kerjanya, Selasa (16/2).

Program Specified Skill Worker (SSW) memiliki keunggulan berupa gaji sesuai upah minimum regional (UMR) Jepang sebesar Rp.20 juta/bulan, memperoleh izin tinggal sampai 5 tahun, jam kerja maximum 40 jam dan lembur sesuai ketentuan yang berlaku.

 Syarat untuk menjadi pekerja migran tersebut yaitu berusia minimal 18 tahun dan maximal 45 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK, harus mengikuti kursus bahasa Jepang dan dapat menguasai N4 atau minimal 300 kosa kata Jepang.

Bila calon pekerja migran sudah memenuhi syarat diatas maka harus memiliki paspor, visa dan melakukan medical check up. Menurutnya, jika saat pemeriksaan kesehatan ditemukan calon pekerja menderita sakit maka akan disembuhkan dulu baru bisa dikirim ke luar negeri.

 "Program SSW ke Jepang yang membuka 14 sektor lapangan kerja, merupakan salah satu solusi untuk menanggulangi pengangguran yang angkanya di Sulut khususnya saat pandemi covid-19 meningkat baik Sarjana maupun lulusan SLA/SMK", tambahnya.

Data penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Sulut dari tahun 2017 sampai 2020 berdasarkan negara dengan total 1.890 orang yaitu Hongkong sebanyak 993 orang, Singapura sejumlah 390 orang, Taiwan sebanyak 173 orang, Malaysia sejumlah 135 orang, Jepang sebanyak 55 orang,

Papua New Guiena sejumlah 42 orang, Solomon Islands sebanyak 41 orang, Saudi Arabia sejumlah 28 orang, Brunai Darussalam sebanyak 11 orang dan 16 negara sejumlah 22 orang.(mvr)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here