BKSUA Empati dan Berpihak Kepada Korban Bom di Katedral Makassar - makatana.com

Subscribe Us

test banner

Breaking

Home Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Rabu, 31 Maret 2021

BKSUA Empati dan Berpihak Kepada Korban Bom di Katedral Makassar




Manado - Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSUA)
menyatakan empati dan berpihak penuh kepada setiap umat beragama dan warga negara yang menjadi korban bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021.

Empati dan berpihak kepada Korban tindakan pengingkaran dan kekerasan terhadap hak azasi manusia dan hak azasi warga negara dan mengajak untuk meneguhkan kebhinekaan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Ini isi lengkap surat pernyataan BKSUA, yang ditanda tangani, Ketua BKSUA Sut, Drs Ridwan Sofian, tertanggal Senin, 29 Maret 2021:

I. Menolak segala bentuk kekerasan dan pengingkaran terhadap kebhinekaan, kebebasan beragama, berkeyakinan dan peribadahan.

2. Peledakan bom di lokasi Gereja Katedral Makassar merupakan bentuk kekerasan dan pengingkaran terhadap kebhinekaan dan kebebasan beragama, berkeyakinan dan peribadahan dan pelanggaran terhadap Hak Azasi Manusia (HAM), yang telah menelan korban fisik.

3. Mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk terus mengusut tuntas tindakan pengeboman, baik di tempat peribadahan agama atau pun kegiatan sosial
dan religius di mana
pun juga di negeri kita yang tercinta.

4. Menyampaikan rasa empati dan keberpihakan yang penuh kepada setiap umat beragama dan warga negara yang menjadi korban tindakan pengingkaran dan kekerasan terhadap hak azasi manusia dan hak azasi warga negara dan mengajak untuk meneguhkan kebhinekaan masyarakat dan hangsa Indonesia.

5. Mengajak kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi serta menjadikan bangsa Indonesia yang tercinta ini menjadi negara yang aman, damai dan sejahtera.

6. Menghimbau kepada seluruh Pimipinan Agama yang ada di Provinsi Sulut untuk menjaga keamanan tempat ibadah masing-masing umat beragama yang ada di Sulut.(mvr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here