Gubernur Olly Dorong SDM Sulut Berdaya Saing Global - makatana.com

Subscribe Us

test banner

Breaking

Home Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Senin, 27 September 2021

Gubernur Olly Dorong SDM Sulut Berdaya Saing Global


Manado- Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mendorong SDM Sulut berdaya saing global sehingga semua pejabat struktural harus akrab dengan dunia digital maka semua aksi perubahan mengunakan cara digital.

“Atas dasar keinginan pak Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen bahwa dalam rangka menjelang road map (panduan sebagai penuntun pelaksanaan program kegiatan, red) ASN yang akrab dengan digital tahun 2024, maka semua pejabat struktural dipaksakan untuk akrab dengan dunia digital sehingga semua aksi perubahan mereka mengunakan cara-cara digital”,

Hal ini diungkapkan Asisten III , Asiano G Kawatu ketika mewakili Gubernur membuka Expo Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Sulut tahun 2021, bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (27/9/2021). 

Menurutnya, aplikasi yang secara konsep milik para peserta PKA diharapkan  bisa dilaksanakan setelah selesai pelatihan. Hal ini juga merupakan upaya Pemerintah Provinsi Sulut dalam menyambut penilaian Inovasi Pelayanan Publik, sehingga akan diseleksi 10 aplikasi terbaik untuk diusulkan ketingkat nasional.

Lanjutnya, akan disampaikan ke Gubenur, Wagub dan Sekprov, aplikasi yang dibuat oleh angkatan ini, sesuatu yang sifatnya lompatan dalam kaitannya dengan mengakrabkan diri dengan dunia digital terutama para pejabat tersebut.

“Semua bagus, tidak ada yang lebih cuma penyajian yang berbeda, tapi secara konsep , intinya inikan pelayanan publik, publik lebih gampang masuk ke linknya sehingga masyarakat mau tanya tentang lahan, trantib atau mengenai pendapatan Dipenda bisa melalui aplikasi digital”, tuturnya.

Dipastikan, ada yang tidak didukung anggaran sudah jadi, misalnya yang di Ula link itu, itu sudah berjalan tinggal dikembangkan dalam bentuk yang sifatnya aplikatif tapi akan diseleksi 10 aplikasi terbaru yang paling bagus akan didukung dengan dana.

“Sebagai birokrat yang so senja sedikit lagi turun panggung maka secara pribadi nyanda ragu bahwa yang lebih junior dari pa torang akan menjadi masa depan Sulut ketika dorang akrab dengan dunia digital, lebih bagus, lebih cerdas lebih maju dari torang”, tandasnya.


Kepala BPSDMD Sulut, Marhaen R Tumiwa menyampaikan hal senada, Gubernur , Wagub dan Sekprov mengharuskan para peserta PKA akrab dunia digital sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang berdaya saing global dengan kinerja yang menakjubkan dan dapat dirasakan semua khalayak karena bermanfaat untuk semua orang.

Peserta PKA dari sulut sebanyak 23 orang di harus membuatkan aplikasi berupa aktualisasi perubahan ini dengan tematik digital government yang orientasinya untuk memutus rantai birokrasi yang manual di buat secara digital dalam arti pelayanan publik itu orientasinya untuk memberikan kepuasan dan kemudahan kepada masyarakat.

Aplikasi yang dibuat merupakan hasil dari proses belajar keseluruhan kurikulum dari 4 agenda yakni tentang Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme, Kepemimpinan Kinerja , Manajemen Kinerja, dan Aksi Perubahan, inilah yang harus dibuat peserta untuk membuktikan bahwa mereka telah menguasai dan akan siap menjadi agen-agen perubahan dalam melakukan pelayanan publik khususnya mengoptimalkan kinerja dari organisasinya melalui aplikasi yang dibuat.

“Proses pembelajaran tatap muka atau pembelajaran klasikal dilakukan selama 34 hari dan sisanya kurang lebih 30 hari, para peserta melakukan aktualisasi dari materi yang mereka dapat terutama terkait dengan pembuatan aksi perubahan”, ujarnya.

Salah seorang peserta sekaligus pembuat aplikasi SI POMAS, Johnny A A Suak menyampaikan tujuan inovasi dari Apilkasi tersebut yang bersifat layanan online, memiliki dasar hukum, manfaat aplikasi bagi Ormas sekaligus sebagai pemantau ormas.(mvr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here