Manfaat Nikel untuk Raksasa Mobil Listrik TESLA - makatana.com

Subscribe Us

test banner

Breaking

Home Top Ad

test banner

Post Top Ad

test banner

Rabu, 29 Maret 2023

Manfaat Nikel untuk Raksasa Mobil Listrik TESLA


 


                                                

Nikel adalah logam transisi yang bersifat lunak, mudah dibentuk, tahan korosi, dan memiliki kemampuan tinggi untuk menahan panas. Logam ini memiliki nomor atom 28 pada tabel periodik dan simbol kimia Ni.

Nikel memiliki banyak kegunaan dalam industri, antara lain sebagai bahan baku untuk pembuatan stainless steel, baterai, katalis, dan komponen elektronik seperti kawat listrik, resistor, dan kapasitor. Selain itu, nikel juga digunakan dalam produksi senjata api, mesin, dan peralatan medis.

Sebagai bahan baku untuk pembuatan stainless steel, nikel memberikan kekuatan dan ketahanan korosi yang lebih tinggi daripada baja biasa. Stainless steel sering digunakan dalam pembuatan peralatan dapur, pipa, dan struktur bangunan, serta dalam industri minyak dan gas.

Nikel juga digunakan dalam pembuatan baterai, termasuk baterai nikel kadmium dan baterai nikel logam hidrida. Baterai ini umumnya digunakan dalam aplikasi elektronik portabel seperti ponsel, kamera digital, dan laptop.

Selain itu, nikel juga digunakan dalam katalis untuk proses kimia tertentu, seperti proses hidrogenasi dan pengolahan gas alam. Katalis nikel juga digunakan dalam produksi amonia dan metanol.

Nikel dan Tesla

Tesla adalah produsen mobil listrik yang menggunakan baterai lithium-ion sebagai sumber daya untuk kendaraannya. Kebutuhan nikel untuk pabrik Tesla terutama berkaitan dengan produksi baterai lithium-ion yang digunakan pada mobil listrik dan produk energi terbarukan seperti Powerwall dan Powerpack.

Pabrik Tesla di Nevada, yang dikenal sebagai Gigafactory 1, merupakan pabrik baterai terbesar di dunia dan memiliki kapasitas produksi sekitar 35 gigawatt-jam per tahun. Untuk mencapai target produksi tersebut, Tesla membutuhkan sejumlah besar bahan baku, termasuk nikel.

Kebutuhan nikel untuk produksi baterai lithium-ion dapat berbeda tergantung pada jenis baterai dan teknologi yang digunakan. Namun, pada umumnya, baterai lithium-ion yang digunakan pada mobil listrik membutuhkan kandungan nikel yang tinggi untuk mencapai kinerja dan daya tahan yang optimal.

Sebagai contoh, baterai lithium-ion yang digunakan pada Tesla Model S dan Model X memiliki kandungan nikel sekitar 8-10% dari berat total baterai, sementara baterai yang digunakan pada Model 3 dan Model Y memiliki kandungan nikel sekitar 3-4%. Namun, Tesla sedang mengembangkan baterai baru yang disebut "4680" yang menggunakan kandungan nikel yang lebih rendah namun memiliki kinerja yang lebih baik.

Oleh karena itu, Tesla membutuhkan pasokan yang stabil dan terjangkau dari nikel untuk memproduksi baterai secara massal. Saat ini, Tesla terus mencari cara untuk mengurangi biaya produksi baterai dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku termasuk nikel, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat untuk kendaraan listrik dan produk energi terbarukan.

 

Berikut adalah beberapa negara penghasil nikel terbesar di dunia berdasarkan data produksi tahun 2021 dari US Geological Survey:

1.            Indonesia - 800,000 metrik ton

2.            Filipina - 360,000 metrik ton

3.            Rusia - 235,000 metrik ton

4.            Kanada - 170,000 metrik ton

5.            Australia - 170,000 metrik ton

6.            Norwegia - 33,000 metrik ton

7.            Kuba - 31,000 metrik ton

8.            Afrika Selatan - 28,000 metrik ton

9.            Brasil - 22,000 metrik ton

10.          New Caledonia - 20,000 metrik ton

Perlu diingat bahwa produksi nikel dapat berubah dari tahun ke tahun, tergantung pada berbagai faktor seperti fluktuasi harga komoditas, permintaan global, kondisi lingkungan, dan faktor lainnya.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here